Skip to main content

Pembayaran Berbasis Kinerja

Arti kinerja atau performance adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Dalam sebuah perusahaan pegawai yang mengerjakan pekerjaan yang sama bisa jadi memiliki nilai kontribusi yang berbeda. Pembayaran berbasis kinerja (performance based pay) bertujuan memberikan insentif kepada para pegawai agar mereka selalu meningkatkan kontribusi mereka tersebut. Dalam hal ini tentunya perusahaan harus mampu mengukur kinerja masing-masing karyawannya dengan objektif.

Kenapa perlu menerapkan pembayaran berbasis kinerja :

Mendukung Tujuan Strategis

Tujuan strategis perusahaan bisa saja beragam dalam setiap perusahaan. Seperti menciptakan produk berkualitas tinggi dan biaya rendah, pertumbuhan perusahaan maupun selalu menjadi yang terdepan dalam hal inovasi. Pembayaran berbasis kinerja mengaitkan target kinerja karyawan dengan tujuan-tujuan strategis perusahaan. Jadi jika seorang pegawai bisa mendapatkan penghargaan karena berhasil memenuhi target kinerja tertentu maka tujuan tersebut memiliki kemungkinan lebih besar untuk dicapai si pegawai. 
 
Contoh: 
Ketika sebuah perusahaan menetapkan tujuan strategisnya untuk meningkatkan market share, pegawai yang berhasil melampaui target untuk menjaring pelanggan-pelanggan baru akan memperoleh penghargaan.  


Mengelola Biaya Tenaga Kerja  
 
Penghargaan berupa uang yang terkait dengan aspek-aspek kinerja dan dibayarkan dalam bentuk pembayaran sekaligus (lump sum) dan bukannya dalam bentuk kenaikan gaji disebut pembayaran variable (variable pay). Setelah seorang pegawai diterima bekerja pada sebuah perusahaan, besarnya gaji pokok yang diterima dari perusahaan besarnya tetap. Besarnya gaji tersebut tidak akan berubah meskipun perusahaan tersebut mengalami kenaikan atau penurunan keuntungan. Sedangkan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memberikan penghargaan lump sum  dalam setiap periode waktu tertentu tidaklah sama, bergantung kepada keadaan finansial perusahaan tersebut. Ketika mendapatkan kenaikan keuntungan perusahaan bisa lebih banyak menyiapkan uang untuk memberikan penghargaan kepada para pegawainya dalam bentung pembayaran lump sum. Jika keuntungan sedangn turun perusahaan tersebut tidak wajib memberikan uang sebagai pembayaran insenti. 
Pembayaran variable dapat membantu perusahaan mengendalikan biaya pengeluaran karena penghargaan yang diberikan tahun ini tidaklah dibawa kembali ketahun mendatang. Dengan cara ini maka apabila perusahaan mengalami penurunan keuntungan maka biaya tenaga kerja juga akan menurun.  

 

Menarik, Mempertahankan dan Memotivasi Pegawai 

Pembayaran berbasis kinerja dapat mempengaruhi para calon pegawai baik pada saat melamar maupun pada saat akan menerima pekerjaan yang ditawarkan. Dengan memberikan pembayaran berbasis kinerja perusahaan menunjukan bahwa perusahaan tersebut tertarik pada pegawai yang bersedia dibayar berdasarkan kinerja baik yang diberikannya. Cara ini lebih cenderung menarik calon pegawai yang baik dari pada yang buruk. 
 Setelah pegawai baru dipekerjakan, pembayaran berbasis kinerja akan mempengaruhi keputusan mereka apakah akan tetap bertahan atau meninggalkan perusahaan. Seperti yang kita ketahui dalam persepsi kesetaraan seorang pegawai akan membandingkan antara masukan yang diberikan dan hasil yang diterimanya dengan pegawai lain. Seorang pegawai biasanya menganggap kinerja sebagai masukan dalam kesetaraan mereka. Dan mereka lebih puas bila kinerja mereka dikaitkan dengan pembayaran.
Apabila para pegawai mengetahui dari awal bahwa kinerja mereka akan mempengaruhi jumlah uang yang akan mereka terima maka para pegawai akan termotivasi dengan penghargaan tersebut. 

 

Comments

Popular posts from this blog

Skema Ijarah & IMBT

Keterangan: 1.    Nasabah mendatangi bank syariah memohon pembiayaan penyewaan sebuah rumah selama setahun, secara cicilian (bulanan) dan mereka negosiasi tentang harga. 2.     Bank menyewa rumah tersebut Rp 10 juta setahun dibayarcash di muka. 3.     Bank selanjutnya menyewakan rumah itu secara cicilan per bulan Rp 1 juta dengan akad ijarah (Di sini dilaksanakan pengikatan/kontrak). 4.     Rumah dimanfaatkan (digunakan) oleh nasabah. 5.     Nasabah mencicil biaya sewa setiap bulan kepada bank. KeteKeterangan: 1.     Nasabah (B) mengajukan permohonan pembiayaan secara tertulis kepada Bank (A)  terhadap obyek yang dimiliki supplier (C).  2.     Membuat akad IMBT antara Bank dan nasabah terhadap obyek sewa. 3.     Bank membeli obyek sewa dari Supplier (C) 4.     Bank mencatat obyek sewa...

Formula Scanlon Plan

Scanlon Plan Menurut Rencana Scanlon , setiap peningkatan omset penjualan suatu organisasi adalah karena upaya bersama tenaga kerja dan perusahaan. Oleh karena itu , sebagian pe ningkatan omset penjualan harus dibayarkan kepada karyawan sebagai bonus . Formula Scanlon Gambar r umus Rencana Scanlon standar. Ini menghitung dana bonus yang tersedia untuk dibagikan Langkah 1. A : Menentukan rata-rata biaya tenaga kerja terhadap rasio penjualan Langkah 2.      Kalikan A dengan nilai penjualan tahun berjalan B  Langkah 3.      Kurangi dengan jumlah aktual upah dan gaji yang sudah dibayarkan ( C)  Langkah 4.       Tentukan " rasio cadangan" - persentase bonus yg disisihkan sebagai cadangan - sehingga bonus masih bisa dibayarkan bahkan dalam resesi Langkah 5.     Kalikan jumlah dana bonus dihitung pada Langkah 3 dengan (1 - rasio ...